Orang Manda (bahasa Arab: المندائيون al-Mandāʾiyyūn) adalah sebuah kelompok etnoreligius yang memeluk agama Mandaisme. Mereka percaya bahwa Yohanes Pembaptis adalah nabi terakhir dan yang berkedudukan paling tinggi. Mereka mungkin saja merupakan salah satu kelompok agama paling awal yang mempraktikkan baptisme, serta salah satu pemeluk paling awal Gnostisisme, sebuah sistem kepercayaan yang mana mereka merupakan perwakilan terakhir yang masih ada.[24][25]:109 Orang Manda pada awalnya merupakan penutur asli dari bahasa Manda, sebuah bahasa Aram Timur, sebelum hampir semua dari mereka beralih ke bahasa Arab Mesopotamia atau bahasa Persia sebagai bahasa utamanya.

Setelah invasi Irak oleh Amerika Serikat dan sekutunya pada tahun 2003, komunitas Manda di Irak, yang sebelum perang berjumlah 60.000–70.000 jiwa, jumlahnya turun akibat kebangkitan ekstremisme Islam dan tidak adanya perlindungan terhadap ekstremisme tersebut, dengan sebagian besar komunitas pindah ke Iran, Suriah dan Yordania, atau membentuk komunitas diaspora di luar Timur Tengah. Orang Manda telah dipaksa untuk pindah agama ke Islam, menjadikan mereka keluar dari Islam jika mereka kembali ke agama aslinya, sehingga berisiko akan dibunuh. Orang Manda yang mengalami hal tersebut menyuarakan perasaan tidak aman di semua negara Muslim akibat alasan tersebut.[26][27][28][29][30]

Komunitas Manda di Iran yang tersisa juga telah semakin berkurang akibat persekusi bermotif agama selama berdekade-dekade. Tidak seperti minoritas agama lainnya semisal Kristen, Yahudi dan umat Zoroaster, orang Manda tidaklah mendapat perlindungan dari segala bentuk persekusi, serupa dengan umat Baháʼí di Iran.[15][31][32] Per tahun 2007, populasi orang Manda di Irak telah jatuh ke kira-kira 5.000.[29] Diestimasikan terdapat 60.000–100.000 orang Manda di seluruh dunia.[11] Sekitar 10.000 orang Manda tinggal di Australia dan antara 10.000 hingga 20.000 di Swedia, menjadikan kedua negara tersebut negara dengan orang Manda terbanyak.[5][7] Terdapat 2.500 orang Manda di Yordania, merupakan komunitas Manda terbesar di Timur Tengah di luar Irak dan Iran.[18]